Ganti Judul dan ALt sendiri

7+ Tips n Tricks Ini Wajib Dicoba! Cara Melatih Kemandirian Anak Usia Dini


Cara melatih kemandirian anak usia dini

Hai, Happymoms!

Sangat membahagiakan dan membanggakan tentunya ya, jika anak sudah mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhannya sendiri. Kemandirian menjadi salah satu parameter bagi anak usia dini untuk memasuki fase perkembangan selanjutnya. Seperti saatnya masuk sekolah. Namun, bagaimana cara melatih kemandirian anak usia dini di saat anak dikepung dengan fasilitas yang serba memudahkan dan gaya hidup instan? Yuk, simak tips dan tricksnya berikut ini.

Apa dan Bagaimana Kemandirian itu?


Secara fitrah penciptaannya seorang anak akan sampai pada tahapan perkembangan membangun kemandirian. Menurut salah satu tokoh Perkembangan Psikososial, Erik Erikson, anak pada usia 18 bulan - 3 tahun akan mengembangkan kemampuan autonomi. Anak akan belajar dan berusaha melakukan sendiri hal-hal dasar dalam hidupnya. Seperti makan, minum, mandi buang air kecil, buang air besar, dan sebagainya.

Definisi Kemandirian Anak

Kemandirian dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana anak sudah mempunyai keinginan (inisiatif) untuk melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain, serta mampu mengatasi hambatan atau masalah yang muncul.

Ciri Kemandirian

Anak-anak yang sudah mempunyai kemandirian akan menunjukkan beberapa ciri sebagai berikut:
  • Mempunyai inisiatif atau keinginan sendiri untuk melakukan sesuatu tanpa perintah dari orang lain.
  • Bisa mengerjakan sendiri tugas-tugas kesehariannya.
  • Bersemangat dalam melakukan hal yang diinginkannya.
  • Kreatif, mampu mencari solusi dan tidak putus asa saat menghadapi kesulitan.
  • Bertanggung jawab atas tugasnya. Anak akan berusaha menyelesaikan tugasnya dengan tuntas dan sesuai jadwal.

Ciri Kemandirian Anak Usia Dini

Faktor Pembentuk Kemandirian Anak

Meskipun secara fitrah naluriah anak telah dibekali potensi kemandirian, tapi tetap membutuhkan dukungan dari luar agar anak benar-benar mampu mengembangkan kemandiriannya. Dan hal ini butuh proses pembiasaan, contoh dan konsistensi.

Faktor pembentuk kemandirian anak di antaranya adalah,

Genetis Orang Tua

Faktor genetis di sini lebih kepada karakteristik orang tua. Orang tua yang memiliki kemandirian yang baik cenderung akan mendidik anaknya menjadi mandiri juga.

Pola Asuh

Bagaimana orang tua mendidik anak sangat menentukan kemandirian anak. Apakah anak terbiasa dilayani atau diberikan kesempatan untuk belajar dan melakukan tugas-tugasnya secara mandiri.

Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat juga mempengaruhi terbentuknya kemandirian seorang anak. Misalkan budaya masyarakat yang membiasakan anak-anak terlibat dalam pekerjaan rumah akan membentuk kemandirian anak sejak dini.

Sistem Pendidikan di Sekolah

Sistem pendidikan di sekolah juga mempengaruhi pembentukan kemandirian anak. Sekolah dengan full fasilitas yang serba canggih tentu akan berbeda outputnya terhadap pembentukan kemandirian anak dengan sekolah yang membiasakan siswanya untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka sendiri.

Manfaat Kemandirian pada Anak Usia Dini

Proses pembentukan kemandirian anak akan sangat mempengaruhi perkembangan kehidupan mereka berikutnya. Kemandirian tidak hanya sebatas pada mereka bisa melakukan sesuatu sendiri tapi juga membentuk karakter-karakter yang lain seperti,
  • Percaya diri. Anak-anak yang mandiri cenderung lebih percaya diri akan kemampuan yang mereka miliki. Juga memiliki keyakinan lebih dalam melakukan sesuatu.
  • Bertanggung jawab. Anak-anak yang mandiri akan terbiasa untuk menyelesaikan tugasnya dan siap menerima konsekuensi jika mereka tidak menyelesaikannya.
  • Mental Pejuang. Kemandirian mendorong anak-anak untuk tidak mudah menyerah dan berusaha mencari solusi sendiri atas kesulitan yang mereka hadapi. Mereka tidak mudah untuk meminta bantuan orang lain itu melimpahkan tugasnya kepada orang lain.
  • Merasa Aman. Jika memiliki kemandirian anak akan merasa lebih aman ketika berada jauh dari orang-orang yang dia percaya karena mereka memiliki rasa percaya diri, daya juang dan siap menerima risiko.
  • Empatik dan Menghargai Orang Lain. Anak yang memiliki kemandirian akan lebih bisa menghargai orang lain dan berempati terhadap kondisi orang lain karena mereka memahami proses melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman mereka.

Manfaat Kemandirian Anak Usia Dini
 

Check List Kemandirian Anak Usia Dini

Setelah kita membahas dari sisi teori tentang apa itu kemandirian anak, ciri-cirinya, faktor pembentuknya dan manfaat dari kemandirian, selanjutnya, yuk kita cek, Moms … apakah checklist kemandirian anak usia dini di bawah ini sudah Ananda penuhi.

Checklist Kemandirian Anak Usia Dini :
  1. Mau ditinggal orang tua
  2. Makan dan minum sendiri
  3. Mandi, gosok gigi dan cuci tangan sendiri
  4. Bisa menggunakan toilet sendiri (buang air kecil dan besar)
  5. Memakai baju sendiri (memasang kancing/resleting)
  6. Memakai sepatu sendiri (mengikat tali sepatu)
  7. Berani ke tempat di dekat rumah sendirian (ke rumah tetangga atau ke warung)
  8. Memilih kegiatan sendiri (menyampaikan keinginannya)
  9. Bermain sesuai dengan jenis kegiatan yang dipilih
  10. Merapikan kembali mainan ke tempat semula
  11. Mampu mengerjakan tugas sendiri

Tingkatan capaian disesuaikan dengan usia anak (1-6 tahun). Semakin besar, anak semakin sempurna dalam mengeksekusi capaian tersebut.

Checklist ini akan membantumu mommies untuk melihat sejauh mana capaian anak-anak untuk persiapan anak-anak masuk ke sekolah.

Cara Melatih Kemandirian Anak Usia Dini, Ini Dia Tipsnya!

1. Sounding dan motivasi anak

Sebelum melatih dan membiasakan anak untuk mandiri, orang tua perlu memberikan penjelasan tentang apa itu mandiri, kenapa anak harus mandiri dan apa yang harus anak lakukan. Kemudian orang tua memberikan motivasi bahwa anak-anak mampu melakukannya dan orang tua akan mendukung anak-anak berproses.

2. Beri penjelasan yang lengkap

Sebelum meminta anak untuk melakukan sesuatu berikan penjelasan yang detail dan lengkap tentang bagaimana cara melakukannya. Sejauh mana mereka harus menyelesaikan tugas tersebut dan apa yang akan mereka dapatkan jika menyelesaikan atau tidak menyelesaikan tugas tersebut.

3. Beri kesempatan anak mencoba

Semakin banyak kesempatan yang kita berikan kepada anak untuk mencoba, akan semakin mengasah ketrampilannya untuk bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Anak akan dapat belajar dari kesalahan atau kekurangannya dan berusaha untuk menyempurnakan di waktu selanjutnya.

4. Biarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri

Saat anak menghadapi kesulitan Jangan mudah untuk segera memberikan pertolongan beri kesempatan anak untuk menyelesaikan sendiri kesulitannya. Kesempatan yang kita berikan akan menumbuhkan Daya juang dan juga kreativitas untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapinya.


Tips melatih kemandirian anak usia dini

5. Beri kesempatan untuk memilih dan mengambil keputusan

Salah satu cara untuk melatih pendirian anak adalah memberikan kesempatan anak untuk memilih dan mengambil keputusan sesuai dengan keinginannya misalkan dalam memilih baju yang gak dipakai, menu makan siangnya atau memilih aktivitas yang akan dia kerjakan.

6. Beri kesempatan dan untuk bermain sendiri dan bersosialisasi dengan teman-temannya

Saat anak bermain sendiri, tanpa ditemani olah orang tua, mereka mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya, imajinasinya, dan mengembangkan ide untuk dirinya sendiri.

Sedangkan bersosialisasi atau bermain bersama dengan teman-temannya akan mengasah kemampuan anak untuk mengatasi masalah-masalah yang lebih kompleks, bagaimana mereka bisa mengontrol diri dan berpikir kreatif untuk menentukan solusi penyelesaiannya.

7. Apresiasi setiap capaiannya

Menjadi mandiri bukan sebuah hal yang instan, tapi membutuhkan waktu untuk berproses. Mungkin anak tidak akan mampu menyelesaikan tugasnya dalam satu kali mencoba, mungkin belum sempurna, masih ada yang kurang, atau masih salah. Jangan lupa untuk mengapresiasi sekecil apapun capaian yang sudah anak lakukan. Beri pujian dan ucapan terima kasih atas usaha yang sudah anak lakukan.

8. Moms,Bersabarlah!

The last but not the least. Mommies harus punya banyak stock sabar yang tak terbatas saat mendampingi anak yang berlatih mandiri. Bisa jadi kita masih harus selalu mengingatkan anak, mengulang kembali pekerjaan karena anak belum tepat melakukannya, atau mungkin juga anak ngambek/mogok di tengah jalan.

Lakukan Tricks ini, Agar Anak Berhasil Mandiri!

1. Mulai dengan aktivitas dasar anak

Dorong anak-anak untuk mencoba/ melakukan sendiri kegiatan sehari-harinya segera setelah mereka menunjukkan keinginan untuk melakukannya. Seperti makan dan minum sendiri, mandi dan gosok gigi, bersisir, memakai baju dan sepatu, dan sebagainya.

2. Buat tantangan dengan level kesulitan

Beri anak tugas dengan kesulitan bertingkat. Berikan tugas yang sederhana dan pasti bisa dilakukan oleh anak pada awal latihan. Hal ini akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri anak. Selanjutnya secara bertahap naikkan kesulitan ataupun kompleksitas tugas sehingga anak akan terus merasa tertantang untuk menyelesaikannya.

Tricks melatih kemandirian anak usia dini

3. Fokus pada satu aktivitas dulu

Fokus pada satu tugas terlebih dahulu akan jauh lebih baik. Lakukan tugas yang sama hingga anak bisa menguasainya dengan baik. Jangan memberikan terlalu banyak latihan/tugas sekaligus dalam satu waktu untuk menghindari anak-anak merasa frustasi jika belum mampu menyelesaikan semua tugas tersebut.

4. Buat kesepakatan bersama

Orang tua dan anak-anak bisa membuat kesepakatan bersama tentang jadwal pelaksanaan latihan, reward dan punishment ataupun tugas apa yang ingin dilakukan oleh anak terlebih dahulu.

Kuncinya adalah Konsisten 

Melatih anak menjadi mandiri merupakan proses pembentukan perilaku. Maka dibutuhkan waktu dan proses hingga anak-anak terbiasa dan mampu mencapai kemandirian. Dan kunci dari prosesnya adalah konsisten. Jadi jangan lelah untuk terus mengingatkan dan memotivasi anak-anak, ya, Moms. Silakan dicoba tips dan tricks cara melatih kemandirian anak usia dini di atas. Semoga bermanfaat, Moms. 

8 comments

Terima kasih sudah mampir. Semoga artikel ini bermanfaat. Silakan dibaca juga postingan lainnya.
Dan Mohon tidak meninggalkan link hidup. Jika terdapat link hidup, mohon maaf komentar akan dihapus.
  1. MasyaAllah ini PR banget nih buat saya. Semoga bisa praktik juga ya mb

    ReplyDelete
  2. Saya pun masih berproses, Mbak. Tiap anak beda-beda capaian dan perkembangannya. Ingat koentjinya konsisten dan sabar 😁

    ReplyDelete
  3. Setuju banget sama poin-poin yang disampaikan dalam tulisan ini mba. Semuanya kalau dilakukan dengan benar dan sabar pasti akan membuahkan generasi super yang hebat. Semangat buat orang tua hebat!

    ReplyDelete
  4. Melatih anak mandiri memang tidak instan, butuh trial error ya, Mbak. Saat melatih kemandirian, anak juga belajar melatih motoriknya dari hal yang terlihat sepele seperti memakai baju sendiri, makan sendiri dll. Semoga saya bisa belajar bersabar dalam melatih kemandirian anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali sekali, Mbak. Melatih kemandirian sekaligus menstimulasi perkembangan lainnya juga.

      Delete
  5. Memang butuh waktu dan proses supaya anak-anak terbiasa dan mampu lebih mandiri. Dan setuju, kunci dari prosesnya adalah konsisten. PR buat orang tua yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesuatu sekali pokoknya ya, Mbak. Tapi saat anak berhasil mandiri kita akan sangat bangga

      Delete